Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 April 2010

Bencana Teluk Meksiko Makin Bahaya

Tumpahan minyak di lepas pantai Louisiana bisa lebih parah dari bencana tumpahan Exxon Valdez pada 1989. Ukuran tumpahan minyak ini lima kali lebih besar dari yang pertama kali diperkirakan. Jejak tumpahan sudah mencapai delta sungai Mississippi, dan terlihat di garis pantai Lousiana dalam bentuk tipis, memanjang. “Ini sebuah keprihatinan besar,” kata David Kennedy dari Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional. “Saya ketakutan. Ini sangat, sangat besar. Dan upaya yang harus dilakukan untuk mengatasinya, terutama jika ini berlarut, akan memusingkan.” Tumpahan minyak ini akan menjadi bencana lingkungan terbesar buat Amerika Serikat dalam beberapa dekade terakhir. Ratusan jenis ikan, burung, dan kehidupan satwa lainnya di sepanjang Teluk Meksiko terancam. Kawasan tersebut adalah salah satu sumber terkaya dunia untuk udang, tiram, dan kehidupan laut. Saking seriusnya, Presiden Obama sudah mengirim anggota kabinetnya untuk mengatasi krisis ini. Pemandu pancing di Venice, Cade Thomas, khawatir kehidupan ikan di kawasan tersebut akan hancur. Dia tidak tahu harus menyalahkan siapa, penjaga pantai, pemerintah, atau perusahaan minyak BP PLC.
“Mereka bohong pada kami. Mereka bilang kebocorannya hanya 1000 barrel, padahal aku yakin mereka sudah tahu bahwa jumlahnya lebih dari itu. Dan mereka tidak proaktif,” katanya. Minyak dalam jumlah sekitar 5000 barel atau 200 ribu gallon (757 ribu liter) tumpah per hari. Dengan skala itu, tumpahan minyak berpotensi menjadi yang terburuk dalam sejarah AS karena Teluk Meksiko memiliki simpanan minyak bumi jauh lebih banyak dari tumpahan kapal tanker minyak Exxon Valdez. Operator tambang BP, yang lokasi pengeborannya meledak dan tenggelam pekan lalu, sudah meminta bantuan Departemen Pertahanan untuk tambahan alat-alat bawah laut.

Sabtu, 10 April 2010

Pesawat Presiden Polandia Jatuh di Rusia

Sebuah pesawat yang ditumpangi Presiden Polandia Lech Kaczynski terjatuh di dekat berkembang, tidak ada korban selamat dalam insiden jatuhnya pesawat tersebut. Berdasarkan konfirmasi pihak kementerian Luar Negeri Polandia, Piotr Pszkowski dikatakan bahwa sebuah pesawat Tupolev Tu-154, terbang dari Warsawa ke kota Rusia Smolensk dimana di dalam pesawat terdapat Presiden Polandia Lech Kaczynski beserta istri, Kepala Staf Angkatan Darat, Wakil kementerian luar negeri Andrzej Kremer dan gubernur bank sentral, Hingga detik ini menurut kabar yang beredar, tidak ada korban selamat di dalam pesawat yang berisi 132 orang tersebut. Juru bicara Departemen Luar Negeri Polandia memastikan bahwa Presiden Polandia Lech Kaczynski bersama istrinya tewas dalam kecelakaan pesawat Tu-154 di Bandar Udara Smolensk, Rusia Barat, Sabtu (10/4) pagi. "Pesawat Presiden Polandia jatuh sebelum mendarat di landasan pacu," kata Gubernur Rusia Barat Sergei Anufriev kepada Associated Press. "Pihak berwenang menemukan pesawat hancur menghantam puncak pohon dan terbelah dua. Diperkirakan 132 penumpang, termasuk Presiden Polandia, tewas seketika." Kepala Badan Investigasi Rusia Sergei Markin juga memperkuat pernyataan tersebut. Pesawat Kepresidenan Polandia menggunakan pesawat Tupolev TU154M buatan Uni Soviet dan diperkirakan berusia 20 tahun. Diduga, kecelakaan itu juga merenggut nyawa Kepala Staf Angkatan Darat Polandia Jenderal Franciszek Gagor, Presiden Bank Nasional Polandia Slawomir Skrzypek, dan Deputi Menteri Luar Negeri Polandia Andrzej Kremoer. Beberapa jam setelah pesawat kepresidenan Polandia jatuh di bandara di Rusia Barat, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk langsung mengadakan rapat kabinet luar biasa di Warsawa, Polandia. Saat ini,pertemuan masih berlangsung dan belum ada pernyataan resmi dari juru bicara pemerintah. Diperkirakan, Komorowski akan mengambil alih tugas Presiden Polandia sesuai konstitusi. Presiden Kaczynski berhasil memenangkan pemilihan Presiden Polandia setelah mengalahkan Tusk Desember 2005 lalu. Rencananya, Presiden berusia 60 tahun itu juga akan mengikuti kembali pemilihan presiden tahun ini. Sebelumnya juru bicara Deplu Polandia memastikan Presiden Lech Kaczynski dan beberapa pejabat penting lain tewas dalam kecelakaan itu.