- Record of The Year - Use Somebody (Kings of Leon)
- Album of The Year - Fearless (Taylor Swift)
- Song of The Year - Single Ladies / Put A Ring On it (Beyonce)
- Best New Artist - Zac Brown Band
- Best Female Pop Vocal Performance - Beyonce
- Best Male Pop Vocal Performance - Jason Mraz
- Best Pop PerformanceBy A Duo Or A Group With Vocals - The Black Eyed Peas
- Best Pop Collaboration With Vocals - Jason Mraz & Colbie Caillat
- Best Pop Instrumental Performances - Bela Fleck
- Best Pop Instrumental Album - Potato Hole (Booker T. Jones)
- Best Pop Vocal Album - The E.N.D (The Black Eyed Peas)
- Best Dance Recording - Poker Face (Lady Gaga)
- Best Electronic / Dance Album - The Fame (Lady Gaga)
- Best Traditional Pop Vocal Album - Michael Buble Meets Madison Square Garden (Michael Buble)
- Best Solo Rock Vocal Performance - Bruce Springsteen
- Best Rock Performance By A Duo Or A Group With Vocals - Kings of Leon
- Best Hard Rock Performance - AC/DC
- Best Metal Performance - Judas Priest
- Best Rock Instrumental Performance - Jeff Beck
- Best Rock Song - Use Somebody (Kings of Leon)
- Best Rock Album - 21st Century Breakdown (Green Day)
- Best Alternative Music Album - Wolfgang Amadeus Phoenix (Phoenix)
- Best Female R&B Vocal Performance - Beyonce
- Best Male R&B Vocal Performance - Maxwell
- Best R&B Performance By A Duo Or A Group With Vocals - Jamie Foxx & T-Pain
- Best Traditional R&B Vocal Performance - Beyonce
- Best Urban / Alternative Performance - India Arie & Dobet Gnahore
- Best R&B Song - Single Ladies / Put A Ring On It (Beyonce )
- Best R&B Album - Blacksummer's Night (Maxwell)
- Best Contemporary R&B Album - I Am... Sasha Fierce (Beyonce)
- Best Rap Solo Performance - Jay Z
- Best Rap Performance By A Duo Or A Group - Eminem, Dr. Dre, & 50 Cent
- Best Rap / Sung Collaboration - Run This Town (Jay Z, Rihanna, & Kanye West)
- Best Rap Song - Run This Town (Jay Z, Rihanna & Kanye West)
- Best Rap Album - Relapse (Eminem)
- Best Female Country Vocal Performance - Taylor Swift
- Best Male Country Vocal Performance - Keith Urban
- Best Country Performance By A Duo Or A Group With Vocals - Lady Antebellum
- Best Country Collaboration With Vocals - I Told You So (Carrie Underwood & Randy Travis)
- Best Country Instrumental Performance - Steve Wariner
- Best Country Song - White Horse (Taylor Swift)
- Best Country Album - Fearless (Taylor Swift)
- Best New Age Album - Prayer For Compassion (David Darling)
- Best Contemporary Jazz Album - 75 (Joe Zawinul & The Zawinul Syndicate)
- Best Jazz Vocal Album - Dedicated To You : Kurt Elling Sings The Music of Coltrane and Hartman (Kurt Elling)
- Best Improvised Jazz Solo - Terence Blanchard
- Best Jazz Instrumental Album, Individual Or Group - Five Peace Band (Chick Corea & John McLaughlin Five Peace Band)
- Best Large Jazz Ensemble Album - Book One (New Orleans Jazz Orchestra)
- Best Latin Jazz Album - Juntos Para Siempre (Bebo Valdes & Chucho Valdes)
- Best Gospel Performance - Donnie McClurkin feat. Karen Clark Sheard
- Best Gospel Song - God In Me (Mary Mary feat. Kierra Sheard)
- Best Rap Or Rock Gospel Album - Live Revelations (Third Day)
- Best Pop/Contemporary Gospel Album - The Power Of One (Israel Houghton)
- Best Southern/Country/Bluegrass Gospel Album - Jason Crabb (Jason Crabb)
- Best Traditional Gospel Album - Oh Happy Day - Various Artists
- Best Contemporary R&B Gospel Album - Audience Of One (Heather Headley)
- Best Latin Pop Album - Sin Frenos (La Quinta Estacion)
- Best Latin Rock, Alternative Or Urban Album - Los De Atras Vienen Conmigo (Calle 13)
- Best Traditional Blues Album - A Stranger Here - Ramblin' Jack Elliott
- Best Contemporary Blues Album - Already Free (The Derek Trucks Band)
- Best Traditional Folk Album - High Wide & Handsome: The Charlie Poole Project (Loudon Wainwright III)
- Best Contemporary Folk Album - Townes (Steve Earle)
- Best Reggae Album - Mind Control Acoustic (Stephen Marley)
- Best Traditional World Music Album - Douga Mansa (Mamadou Diabate)
- Best Contemporary World Music Album - Throw Down Your Heart: Tales From The Acoustic Planet (Bela Fleck)
- Best Musical Album For Children - Family Time (Ziggy Marley)
- Best Comedy Album - A Colbert Christmas : The Greatest Gift Of All! (Stephen Colbert)
- Best Compilation Soundtrack Album For Motion Picture, Television, Or Other Visual Media - Slumdog Millionaire
- Best Score Soundtrack Album For Motion Picture, Television, Or Other Visual Media - Up
- Best Song Written For Motion Picture, Television, Or Other Visual Media - Jai Ho (Slumdog Millionaire)
- Best Engineered Album, Non-Classical - Ellipse (Imogen Heap)
- Producer Of The Year, Non-Classical - Brendan O'Brien
- Producer Of The Year, Classical - Steven Epstein
- Best Classical Album - Mahler : Symphony No. 8 ; Adagio From Symphony No. 10
- Best Orchestral Performance - Boston Symphony Orchestra, Tanglewood Festival Chorus
- Best Classical Vocal Performance - Renee Fleming
- Best Classical Contemporary Composition - Jennifer Higdon
- Best Classical Crossover Album - Yo-Yo Ma & Friends : Songs Of Joy And Peace
- Best Short Form Music Video - Boom Boom Pow (The Black Eyed Peas)
- Best Long Form Music Video - The Beatles Love (All Together Now)
Rabu, 31 Maret 2010
Grammy Awards 2010
Grammy Awards 2010 telah dilaksanakan 1 Februari 2010 lalu. Puluhan musisi tampil baik sebagai nominasi atau pemenang. Berikut adalah daftar pemenang ajang bergengsi ini.
Labels:
Grammy Award,
Musik
Selasa, 30 Maret 2010
Dunia Balap Formula 1
Siapa tidak kenal ajang balapan Formula 1? Ajang bergengsi yang dianggap olahraga nekat karena kecepatan mobil-mobil yang ikut dalam ajang ini, dan paduan dari teknologi dan aspek lainnya. Ada beberapa fakta dalam Formula 1, yaitu :
1. Akselerasi mobil F1 sangat cepat, bisa berada di kecepatan 160 km/jam dan kembali lagi ke 0 dalam 4 detik.
2. Mesin mobil F1 hanya bertahan 2 jam selama balapan, setelah itu mesin mobil akan meledak. Padahal, mesin mobil murahan bisa bertahan selama 20 tahun.
3. Mesin F1 pada umumnya berputar pada kisaran 18.000 rpm yang artinya piston bergerak naik turun 300 kali per detik.
4. Ada 80.000 komponen dalam mobil F1. Jadi, bila akurasi perakitan mobil F1 99,9%, artinya ada 80 kesalahan dalam perakitan.
5. Desain aerodinamika dan downforce mobil F1 penting, bahkan pesawat kecil lebih lambat daripada mobil F1.
6. Tanpa sistem aerodinamika dan downforce yang baik, mobil F1 akan mengalami wheel spin (mobil berputar tapi mobil tetap di tempat) dengan kecepatan 160 km/jam.
7. Gaya downforce mobil F1 sangat besar, saat berkecepatan 160 km/jam, mobil menghasilkan gaya tekan ke bawah sama dengan berat mobil itu sendiri.
8. Pada balapan jalan raya seperti GP Monaco, mobil F1 berkemampuan untuk melepaskan penutup got. Maka, penutup got itu harus dilas sebelum balapan.
9. Ban mobil biasa bisa bertahan 5.000-10.000 km, tapi ban mobil F1 hanya bisa bertahan untuk 90-120 km.
10. Selama balapan, ban mobil F1 lebih ringan 0.5 kg karena aus.
11. Ban kering untuk balapan mencapai puncak performa saat bertemperatur 900-1200 derajat Celsius. Pada kecepatan maksimal, ban berputar 50 kali per detik.
12. Udara yang digunakan untuk ban balap adalah nitrogen karena tekanannya lebih konstan daripada udara biasa. Biasanya udara biasa mengandung uap air sehingga tekanan menjadi tidak stabil saat temperatur meningkat.
13. Cakram rem F1 memiliki temperatur operasi 1000 derajat Celsius sampai mobil belok, dan terbuat dari serat karbon yang lebih tahan aus daripada besi baja.
14. Saat mengerem, perlambatan mobil F1 sama dengan mobil yang menabrak tembok dengan kecepatan 300 km/jam.
15. Bila selang air pendingin meledak, seluruh air sistem pendingin akan habis dalam sedetik saja.
16. Mobil F1 memiliki sistem kabel sepanjang 1 kilometer, menghubungkan aktuator dengan 1000 sensor yang memantau bagian-bagian mobil.
17. Sistem pengisian bahan bakar mobil F1 bisa mengisi 12 liter air tiap detik, jadi hanya butuh 4 detik untuk mengisi penuh tangki bahan bakar mobil berkapasitas 50 liter, dan juga memiliki sistem kerja yang sama dengan pengisian bahan bakar helikopter militer AS.
18. Kru pit F1 telah dilatih untuk mengisi bahan bakar dan mengganti ban dalam waktu 5 detik saja.
19. Gearbox mobil F1 hanya digunakan sekali untuk balapan dan diganti secara periodik untuk menghindari kegagalan.
20. Para pebalap F1 biasanya kehilangan bobot tubuh 4 kilogram setelah balapan.
1. Akselerasi mobil F1 sangat cepat, bisa berada di kecepatan 160 km/jam dan kembali lagi ke 0 dalam 4 detik.
2. Mesin mobil F1 hanya bertahan 2 jam selama balapan, setelah itu mesin mobil akan meledak. Padahal, mesin mobil murahan bisa bertahan selama 20 tahun.
3. Mesin F1 pada umumnya berputar pada kisaran 18.000 rpm yang artinya piston bergerak naik turun 300 kali per detik.
4. Ada 80.000 komponen dalam mobil F1. Jadi, bila akurasi perakitan mobil F1 99,9%, artinya ada 80 kesalahan dalam perakitan.
5. Desain aerodinamika dan downforce mobil F1 penting, bahkan pesawat kecil lebih lambat daripada mobil F1.
6. Tanpa sistem aerodinamika dan downforce yang baik, mobil F1 akan mengalami wheel spin (mobil berputar tapi mobil tetap di tempat) dengan kecepatan 160 km/jam.
7. Gaya downforce mobil F1 sangat besar, saat berkecepatan 160 km/jam, mobil menghasilkan gaya tekan ke bawah sama dengan berat mobil itu sendiri.
8. Pada balapan jalan raya seperti GP Monaco, mobil F1 berkemampuan untuk melepaskan penutup got. Maka, penutup got itu harus dilas sebelum balapan.
9. Ban mobil biasa bisa bertahan 5.000-10.000 km, tapi ban mobil F1 hanya bisa bertahan untuk 90-120 km.
10. Selama balapan, ban mobil F1 lebih ringan 0.5 kg karena aus.
11. Ban kering untuk balapan mencapai puncak performa saat bertemperatur 900-1200 derajat Celsius. Pada kecepatan maksimal, ban berputar 50 kali per detik.
12. Udara yang digunakan untuk ban balap adalah nitrogen karena tekanannya lebih konstan daripada udara biasa. Biasanya udara biasa mengandung uap air sehingga tekanan menjadi tidak stabil saat temperatur meningkat.
13. Cakram rem F1 memiliki temperatur operasi 1000 derajat Celsius sampai mobil belok, dan terbuat dari serat karbon yang lebih tahan aus daripada besi baja.
14. Saat mengerem, perlambatan mobil F1 sama dengan mobil yang menabrak tembok dengan kecepatan 300 km/jam.
15. Bila selang air pendingin meledak, seluruh air sistem pendingin akan habis dalam sedetik saja.
16. Mobil F1 memiliki sistem kabel sepanjang 1 kilometer, menghubungkan aktuator dengan 1000 sensor yang memantau bagian-bagian mobil.
17. Sistem pengisian bahan bakar mobil F1 bisa mengisi 12 liter air tiap detik, jadi hanya butuh 4 detik untuk mengisi penuh tangki bahan bakar mobil berkapasitas 50 liter, dan juga memiliki sistem kerja yang sama dengan pengisian bahan bakar helikopter militer AS.
18. Kru pit F1 telah dilatih untuk mengisi bahan bakar dan mengganti ban dalam waktu 5 detik saja.
19. Gearbox mobil F1 hanya digunakan sekali untuk balapan dan diganti secara periodik untuk menghindari kegagalan.
20. Para pebalap F1 biasanya kehilangan bobot tubuh 4 kilogram setelah balapan.
Labels:
Formula One,
Olahraga,
Otomotif
Presiden Indonesia ada 8 (?)
Mungkin banyak yang menganggap presiden Indonesia ada 6 orang, yaitu Ir. Soekarno, Soeharto, B. J. Habibie, K. H. Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi, menurut sejarah, ada 8 presiden. Lho? Siapa mereka?
Dua orang itu adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat. Nama pertama memerintah saat Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ditangkap Belanda pada awal Agresi Militer ke-2. Tahu kan namanya? Itu lho, Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Sementara Mr. Assaat adalah presiden Republik Indonesia saat republik ini bagian dari Republik Indonesia Serikat alias RIS. Jadi, kita jelaskan saja ya.
Mr. Sjafruddin Prawiranegara
Saat Soekarno-Hatta ditangkap, sudah pasti pemerintahan kosong kan. Jadi Sjafruddin mengusulkan pembentukan pemerintahan darurat untuk sementara. Ternyata, Ir. Soekarno mengirim telegram yang berbunyi, "Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membangun pemerintahan darurat di Sumatra." Meski telegram itu tidak sampai ke Bukittinggi, ternyata Sjafruddin sudah mengambil keputusan sama. Dalam rapat di dekat Ngarai Sianok, ia mengusulkan pembentukan pemerintahan darurat. Gubernur Sumatera, T. M. Hasan setuju demi keselamatan Indonesia. 22 Desember 1948, di Halaban, PDRI diproklamasikan. Sjafruddin duduk sebagai presiden merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri. Kabinet dibantu oleh T. M. Hasan, S. M. Rasjid, Lukman Hakim, Mananti Sitompul, Indracahya, Marjono Danubroto. Sementara Jenderal Soedirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang. Sjafruddin memberi mandat pada Ir. Soekarno tanggal 1 Juli 1949. Maka, berakhirlah PDRI selama 8 bulan tersebut.
Mr. Assaat
Dalam KMB, disetujui bahwa Belanda memberi kedaulatan pada RIS. RIS terdiri dari 16 negara bagian, termasuk Republik Indonesia. Ir. Soekarno dan Moh. Hatta telah dipilih menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, tentu ada kekosongan kekuasaan di Republik Indonesia. Beliau adalah Pemangku Jabatan Sementara Presiden Republik Indonesia dan berperan penting. Bila RI tidak ada, maka sejarah akan mencatat bahwa RI pernah hilang tapi muncul lagi. Namun dengan adanya RI dalam RIS, maka tercatat RI berlangsung tanpa terputus sejak 17 Agustus 1945. Bahwa kemudian RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Jadi, Assaat memangku jabatan sebagai Presiden RI selama 9 bulan.
Jadi, urutan presiden kita adalah Ir. Soekarno, diselingi oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat, lalu Soeharto, B. J. Habibie, K. H. Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Dua orang itu adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat. Nama pertama memerintah saat Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ditangkap Belanda pada awal Agresi Militer ke-2. Tahu kan namanya? Itu lho, Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Sementara Mr. Assaat adalah presiden Republik Indonesia saat republik ini bagian dari Republik Indonesia Serikat alias RIS. Jadi, kita jelaskan saja ya.
Mr. Sjafruddin Prawiranegara
Saat Soekarno-Hatta ditangkap, sudah pasti pemerintahan kosong kan. Jadi Sjafruddin mengusulkan pembentukan pemerintahan darurat untuk sementara. Ternyata, Ir. Soekarno mengirim telegram yang berbunyi, "Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membangun pemerintahan darurat di Sumatra." Meski telegram itu tidak sampai ke Bukittinggi, ternyata Sjafruddin sudah mengambil keputusan sama. Dalam rapat di dekat Ngarai Sianok, ia mengusulkan pembentukan pemerintahan darurat. Gubernur Sumatera, T. M. Hasan setuju demi keselamatan Indonesia. 22 Desember 1948, di Halaban, PDRI diproklamasikan. Sjafruddin duduk sebagai presiden merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri. Kabinet dibantu oleh T. M. Hasan, S. M. Rasjid, Lukman Hakim, Mananti Sitompul, Indracahya, Marjono Danubroto. Sementara Jenderal Soedirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang. Sjafruddin memberi mandat pada Ir. Soekarno tanggal 1 Juli 1949. Maka, berakhirlah PDRI selama 8 bulan tersebut.
Mr. Assaat
Dalam KMB, disetujui bahwa Belanda memberi kedaulatan pada RIS. RIS terdiri dari 16 negara bagian, termasuk Republik Indonesia. Ir. Soekarno dan Moh. Hatta telah dipilih menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, tentu ada kekosongan kekuasaan di Republik Indonesia. Beliau adalah Pemangku Jabatan Sementara Presiden Republik Indonesia dan berperan penting. Bila RI tidak ada, maka sejarah akan mencatat bahwa RI pernah hilang tapi muncul lagi. Namun dengan adanya RI dalam RIS, maka tercatat RI berlangsung tanpa terputus sejak 17 Agustus 1945. Bahwa kemudian RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Jadi, Assaat memangku jabatan sebagai Presiden RI selama 9 bulan.
Jadi, urutan presiden kita adalah Ir. Soekarno, diselingi oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat, lalu Soeharto, B. J. Habibie, K. H. Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Labels:
Ilmu Pengetahuan,
Indonesia,
Sejarah
Langganan:
Postingan (Atom)